Selasa, 16 September 2008

Do'a Untuk Putraku


Tuhanku...
Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan

Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan

Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan

Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja

Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan

Tuhanku...
Aku mohon, janganlah pimpin putraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan

Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka

Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah

namun tak pernah melupakan masa lampau

Dan, setelah semua menjadi miliknya...

Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya

Tuhanku...

Berilah ia kerendahan hati...

Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...

Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Mei 1952, Jenderal Douglas Mac Arthur,
( seorang jenderal yang pernah tinggal di ifar gunung, jayapura)

Read more.....“Do'a Untuk Putraku”

Sabtu, 13 September 2008

Enam ( 6 ) Elemen Presentasi

Semua orang bisa saja melakukan presentasi, NAMUN tidak semua orang dapat presentasi dengan efektif. Berikut terdapat 6 elemen penting yang harus kita perhatikan agar kita bisa sukses pada saat melakukan presentasi.

1. Persiapan, ini merupakan elemen paling penting pada saat presentasi.Berapa kali anda mempersiapkan segala hal untuk presentasi anda ? Secara umum biasanya anda harus menghabiskan 30 jam untuk persiapan dan ”rehearse” untuk setiap jam presentasi. Jika perlu gunakan tape recorder dan videotape untuk dapat mengetahui umpan balik dari latihan presentasi anda.

2. Berikan diri anda, jangan ragu untuk memberikan contoh dan bila perlu pengalaman anda pribadi yang mendukung materi presentasi anda. Ini merupakan cara jitu untuk melibatkan diri anda dengan audiens dan sharing dengan mereka.

3. Tetap Relax, kondisi ini hanya bisa didapat jika anda melakukan persiapan yang cukup. Fokuslah terhadap pesan yang ingin kita sampaikan dan bukan pada audiens. Gunakan gesture yang cukup dan latih kalimat awal pembuka presentasi anda. Audiens biasanya akan menilai kita pada 30 detik awal pertama presentasi.

4. Gunakan humor yang cukup, ini bukan berarti anda jadi pelawak di depan audiens. Buatlah humor yang alami dari pengalaman diri anda ataupun dari materi yang anda bawakan dan jangan pernah menjadikan audiens sebagai obyek lawakan anda.

5. Gunakan gesture dan body languange, komunikasi visual jauh lebih efektif daripada suara, jadi jangan lupa untuk menggunakan gesture dan body languange. Tidak ada salahnya anda mencoba tiga tempat presentasi yakni di tengah stage, kiri stage dan kanan stage. Jika anda bergerak dari datu posisi ke posisi yang lain pastikan kontak mata anda dengan audiens selalu terjaga.

6. Perhatikan semua detail, pastikan anda mengetahui profil audiens, jumlah audiens, waktu dan kondisi tempat presentasi. Pastikan anda membawa alat bantu visual dan handout untuk mempermudah presentasi anda.


Walaupun kita sudah mengetahui 6 elemen penting dalam hal presentasi ini, semua akan menjadi sebuah teori saja jika kita sering melakukan latihan atau praktek presentasi...jangan takut salah...latihlah terus cara komunikasi anda.

Selamat berpresentasi
(Disarikan dari berbagai sumber)

Read more.....“Enam ( 6 ) Elemen Presentasi”

Cuma Rp.10.000,-

Cerita ini terjadi pada sebuah warung remang2, disana mucikari dan PSK sepakat bahwa siapa saja pelanggan harus memenuhi tarif dengan kriteria sebagai berikut:
1. Memasukkan “Joni” sekali kena tarif Rp.10000.
2. Mengeluarkan “Joni” kena tarif Rp.10000 lagi.

Saat itu ada 3 org calon pelanggan, Jono, Paimin dan Parno. Jono mulai masuk ke dalam kamar, tak lama kemudian Jono keluar dari kamar, kemudian Paimin bertanya kepada Jono, “Habis berapa duit mas Jono?”. Jono menjawab, “160ribu mas…”. “Wah… berarti puas donk? Hehehe…”.

Sekarang giliran Paimin masuk kamar, dan… tak lama kemudian Paimin keluar, Jono bertanya, “Habis berapa Min..?”. Paimin menjawab dengan lemas, “280ribu…”. Jono terkejut sambil berkata, “Pantesan lebih lemes daripada aku…”.

Sekarang giliran pelanggan terakhir bernama Parno, ia mulai masuk ke dalam kamar, lama waktu berlalu.. tapi Parno tidak muncul2 juga… setelah berjam-jam tidak keluar2 juga, sang mucikari berteriak dari luar kamar, “Ineeemmm ko lama banget sich??…”, tak lama kemudian Inem sang PSK menjawab, “Dia cuman bawa 10ribu mami!….”.

Read more.....“Cuma Rp.10.000,-”

Gajah Telepon

Pada suatu malam sepasang pengantin baru sedang berbincang di kamar setelah seharian duduk di kursi pengantin.

Suami : Ma, aku baru tau lho kalau punya Mama itu ternyata bagus… ada lubangnya kayak telpon umum.

Isteri : Punya Papa juga bagus… kaya gajah ada belalainya.
Tak lama kemudian sang suami berbisik kepada istri tercintanya, “Ma… Gajahnya kelihatannya lagi pengen telpon nich…”

Read more.....“Gajah Telepon”

Gaya Anjing

Suatu hari seorang kakek berumur 96 thn pergi ke dokter spesialis kesehatan sexual.
Kakek : Dok, posisi apa yang cocok bagi saya untuk bersenggama?
Dokter : Di usia anda seperti sekarang ini, lebih baik gunakan gaya anjing saja!
Kakek : Wah… kalo gitu pakek nungging donk dok????
Dokter : Bukan…
Kakek : Lantas????
Dokter : Di endus-endus aja….hehehehe

Read more.....“Gaya Anjing”

3 calon anak kembar

Pada suatu hari ada seorang ibu hamil yang telah diketahui mengandung anak kembar 3 dan pada suatu malam ketiga calon anak kembar itu berbincang-bincang.
Anak 1 : Kalian kalo besar nanti mau jadi apa?
Anak 2 : Kalo aku besar, aku pengen jadi dokter biar bisa sembuhin ibu kalo lagi sakit.
Anak 3 : Kalo aku besar nanti, aku pengen jadi orang kaya biar ibu enggak kesusahan lagi dan enggak perlu banting tulang.
Lalu anak ke-2 dan ke-3 balik bertanya pada anak ke-1, akan jadi apa kalo sudah besar nanti.
Anak 2 & 3 : Kalo kamu udah besar mau jadi apa?
Anak 1 : Kalo aku… aku mau jadi petinju!
Anak 2 & 3 : Ahhhhhh… yang bener???!
Anak 1 : Iya biar bisa mukulin si botak yang tiap malem suka ngeludahin kita bertiga…

Read more.....“3 calon anak kembar”

Selasa, 09 September 2008

Bekerja Bukan "Sekedar" Untuk Mencari Kesibukan


Tak perlu berpura-pura sibuk.
Seseorang dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya. Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja, atau seberapa banyak pertemuan yang diikutinya, atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja.

Pekerjaan terkadang menuntut kita untuk sibuk. Namun... sibuk tidak selalu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja.

Apakah "kita" sibuk agar tampak bekerja?

Bekerjalah bukan untuk mencari kesibukan, namun untuk menciptakan sebuah karya.

Simak saja disekitar kita, bahwa : Ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada. Karena itulah yang terbaik bagi telur-telurnya agar menetas dengan selamat. Ada orang yang mengerjakan banyak hal tanpa harus menjadi sibuk; apalagi berpura-pura sibuk.

Mereka memiliki ketenangan dalam dirinya serta memberikan kepercayaan penuh waspada pada orang lain. Berjalan terburu-buru atau bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu, mungkin mencerminkan kesibukan, namun juga sebuah ketegangan.

Padahal...ketenangan pun sering memberikan hasil yang tak kalah sempurna.

Read more.....“Bekerja Bukan "Sekedar" Untuk Mencari Kesibukan”

Hiduplah Mengalir Seperti Air


Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru.., saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh dan tidak bergairah, Rumah tangga saya sih aman-aman saja tapi cenderung sedikit tegang. Karier saya kacau, atasan tidak mau tahu, lingkungan kantor acuh, Apapun yang saya lakukan terkadang dinilai gagal walau kadang menurut hati kecil saya memang bisa disebut gagal.

untuk itu...”Saya ingin mati."
Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru”, saya tidak sakit. Saya sehat. Saya hanya jenuh dengan kehidupan ini, apalagi kehidupan dilingkungan kantor. Itu sebabnya saya ingin mati.
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit”. Dan penyakitmu itu bernama, ”'ALERGI HIDUP”.
Ya, kamu alergi terhadap kehidupan, termasuk kehidupan kantor.

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan, ataupun hal-hal yang kontra produktif.

Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. KITA BERHENTI DITEMPAT, KITA TIDAK IKUT MENGALIR. Itu sebabnya kita stress dan jatuh sakit. Kita sendiri yang mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Karier atau usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan dengan sesama rekan kantorpun pun tidak selalu langgeng.

Apa sih yang abadi dalam hidup ini?

Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal ( TIDAK TERCAPAI ), kecewa dan menderita. "Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak.....
Saya sudah betul-betul jenuh dan muak dengan kehidupan ini jawabnya sedikit ngeyel.
Tidak, saya tidak ingin hidup." Pria itu menolak tawaran sang Guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?
"Ya”, memang saya sudah bosan hidup.


Baiklah.. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam sepulang dari kantor.Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru ataupun sahabatnya yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan SEMANGAT HIDUP. Namun, Guru yang satu ini aneh. Boro-boro memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran padang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis.

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu."Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang, menjawab email yang ditujukan kepadanya. Rekan sekantorpun jadi bingung, "Hari ini, rekan kita kok terlihat aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut.

Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi RAMAH dan lebih TOLERAN, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. TIBA-TIBA HIDUP MENJADI INDAH. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 6 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya.
"Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol racun yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi.
Lalu katanya "Buang saja botol itu”.
Isinya air biasa.
Kau sudah sembuh.

Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau TIDAK akan JENUH, TIDAK akan BOSAN. Kau akan MERSA HIDUP.

Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, kini kehudupannya masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

Read more.....“Hiduplah Mengalir Seperti Air”

Senin, 01 September 2008

My Motivation....!


sukses bukanlah sebuah hal yang kebetulan, sukses itu bisa diciptakan, hanya kadang kendaraan menuju sukses itulah masalahnya, untuk itu cari terus kendaraan yg tepat untuk anda, pasti sukses....!

Read more.....“My Motivation....!”